Jaringan :
Teori Konektivitas dan Ketergantungan
Struktur jaringan kerap dipahami sebagai solusi yang efesien untuk
mengatasi masalah koordinasi, dimana manfaat dari konsep jaringan ini yang digunakan dalam penelitian kewirausahaan
itu sebagai studi yang dapat kita pahami dalam melakukan berbagai konteks untuk
lebih luas.
A.
Jaringan Sebagai Subjek Interdisiplin
Para wirausahawan
menggunakan jaringan sebagai mensintesis informasi dari terkuak dari sumber
yang berbeda gunanya untuk menemukan kolerasi laba ke keuntungan. Dukungan
modal dapat membantu para wirausahawan untuk mengembangkan jaringan atas
inisiatifnya sendiri. Ada dua kompunen penting dalam dunia bisnis untuk
mempermudah distribusi prodek kepada pelanggan, yaitu jaringan komunikasi dan
transportasi.
Jaringan adalah
cara yang ampuh untuk bisa memahami tentang sejarah evaluasi lembaga ekonomi
dan sosial seperti pemerintah-pemerintah nasional dan perusahan-perusahan
multinasional. Dapat kita simpulkan bahwa jaringan adalah peran penting dalam
paradigma illmu sosial yang terintegrasi dengan
tujuan dapat dibangun dengan hasil yang baik.
Jaringan ini
bersifat kompleks yang dapat diberi struktur dalam berbagai cara. Jaringan-jaringan
yang berbeda menggunakan elemen berbeda yang akan dihubungkan dengan cara yang
berbeda.
a.
Ambiguitas Subjek
Dalam menganalisis jaringan, disiplin ilmu
yang berbeda merujuk pada konsep yang sama dan dengan nama yang berbeda juga.
Dalam disiplin abiguitas itu ada bahkan dalam sebuah disiplin tunggal.
Sejarawan bisnis internasional mengunakan ‘jaringan’ dalam bermacam-macam cara.
Ada empat konsep
yang menjelaskan tentang penerapan ambiguistik di kawasan industri :
·
Sebuah
‘jaringan’ sebagai suatu bentuk organisasi yang khas, penengah antara
perusahaan dan pasar.
·
‘jaringan
perusahaan’ merupakan kelompok bawahan yang kuasai otonomi.
·
Sebuah
jaringan bisnis lokal yang melibatkan pemain inti, seperti bankir, wirausahawan
dan pejabat pemerintah yang secara informal mengoordinasikan kegiatan dalam
suatu kawasan ekonomi atau pusat perkotaan.
·
Sebuah
‘indutri jaringan’ seperti transportasi,air,energi,dan lainnya.
b.
Peran Jaringan Pada Koordinasi Kegiatan Ekonomi
Dalam disiplin ilmu ekonomi jaringan bukanlah sesuatu yang baru
untuk diperjelaskan. Pertanyaan yang mendasar tentang kebijakan dalam ekonomi
adalah bagaimana cara memperbaiki kinerja ekonomi atau meningkatkan kualitas
hidup. Jaringan informassi sangat penting dalam mengkomunikasikan informasi,
mengendalikan konflik, dan mendorong rasa ingin untuk bekerja sama
Manfaat dari
jaringan dapat dihasilkan dari hal yang instrinsik, bukan instumental.
Intrinsik sangat bermanfaat bagi kelompok yang kecil yang akrab seperti sebuah
keluarga. Ada beberapa jaringan profesional bisa jadi sangat kompetitif,
seperti dalam menyambut anggota yang baru.
Jaringan
intrumental dapat membantu dalam menjelaskan mengapa ada begitu banyak jaringan
yang berbeda. Untuk menjelaskannya, perlu di ingat bahwajenis jaringan
itumengoordinasikan dalam berbagai jenis kegiatan.
B.
Tipologi Jaringan
a.
Jaringan Sosial Melawan Jaringan Fisik
Contoh perbedaan antara jaringan fisik dan jaringan sosial yaitu
sebuah sungai yang besar dan anak-anak sungai membentuk jaringan fisik yang
mendistribusikan air, sedangkan sebuah keluarga besar membentuk jaringan sosial
yang menghunbungkan anak keturunan dari nenek moyang yang sama.
Jadi jaringan
fisik itu mempunyai karakteristik yang bersifat ruang yang berkaitan dengan
unsur material seperti fitur alam, bangunan dan tumbuhan dan jaringan ini
biasanya berbentuk berdimensi dua. Dimensi ruang juga relevan untuk jaringan
sosial yang hanya pada tingkat tertentu saja dimana jaringan sosial hanya
menghubungkan orang yang satu dengan yang lainnya.
b.
Hubungan Persediaan dan Aliran
Jaringan fisik hubungannya dengan aliran adalah dari sumber dayanya
(trafik) sedangkan yang hubungan persediaan adalah intraktur fisik (saluran).
Sedangkan jaringan sosial hubungannya dengan aliran adalah komunikasi dan
hubungan persediaan yaitu hubungan infrastruktur sosial.
c.
Investasi dalam Jaringan
Jika ditinjau dari jaringan fisik atau sosial yang alamiah
contohnya sungai dan sebuah keluarga, dimana dibangunnya dengan berbagai
investasi, misalnya kanal klub amal, persatuan dagang, asosiasi profesi, partai
politik, grup alumni dan lain-lain.
C.
Koordinasi
a.
Saling Ketergantungan Jaringan Fisik dan Sosial
Jaringan sosial
digunakan untuk mengoordinasikan aliran-aliran melalui jaringan fisik dan
mengoordinasikan investasi strategis yang ada di dalamnya. Sedangkan jaringan
sosial membutuhkan jasa pendukung yang telah di sediakan oleh jaringan fisik.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa jarinngan fisik dan jaringan sosial; ini saling bergantunngan
antara satu dengan yang lain.
b.
Mekanisme Koordinasi Alternatif
Maksud dari arti
koordinasi dalam bagian kerja (devision of labor) adalah setiap orang itu
membuutuhkan yang namanya kejelasan tentang tanggung jawab pada dirinya, mereka
perlu tau keputusan apa saja yang bisa mereka harapkan untuk dapat mengambilnya
dan keputusan apa yang mesti mereka tinggalkan.
Untuk dapat
mencapai koordinasi yang baik yaitu denngan cara meletakkan sumber daya di
bawah kepemillikan dan mengontrolnya secara bersama atau memenej
pemilik-pemilik ataupun manajer independen untuk mencapai kesepakatan dalam
penggunaan sumber daya, artinya membutuhkan yang namanya saling kerja sama.
c.
Volatilitaas dan Inovasi
Untuk memproduksi
dan mendistribusikan suatu produk yang baru, para wirausahawan perlu membuat
jaringan yang baru untuk pelanggannya dan pemasok, ini bisa menyebabkan
hancurnya jaringan lain yang telah dibangunoleh pesain ynag sudah mapan dalma
bagian itu. Untuk mengsukseskannya maka perlu banyak informasi yang baru.
Seorang pemimpin
yang baik akan mengendalikan informasi yang sudah disiarkan dan dapat
mempromosikan keyakinan tentang lingkungan , sesor ataupun pandangan yang dapat
menjatuhkan pesaing-pesaing.
d.
Intermediasi
Dalam jaringan
fisik, bagian khusus simpul dapat muncul kapan saja dimanabertemu macam-macam
aliaran ataupun arus yang berbeda. Dalam jaringan sosial, wirausahawan dan
pemimpin berperan sebagai simpul atau pusat informasi.
Dalam perusahaan
ekonomi swasta, para wirausawan bersaing untuk mendapat pesanan. Begitu juga
dengan para pemimpin ynag bersaing untuk berkopetisi dengan tujuan agar
mendapat anggota untuk memengaruhi pandangan dari anggota dari mereka agar sam
dengan pandangan pemimpin mereka. Sehingga para individu juga memiliki koneksi
yang secarra langsung ke individu lain.
A.
Koneksivitas dan Konfigurasi
a.
Empat Kunci Dimensi
1.
Ukuran
2.
Keragamanan
3.
Jenis
hubungan yang menghubungkan anggota
4.
Konfigurasi
jaringan
Banyak cara yang berbeda-beda
dalam menghubungkan empat elemen teresebut. Konfigurasi jaringan didefinisikan
sebagai himpunan hubungan langsung pasangan dengan unsur jaringan.
A B C D
Jaringan
berhubungan yang saling terhubung dan secara tidak langsung terhubung dengan
satu sama lain.
![]() |
D C
Jaringan ini
mneggambarkan halnya seperti sebuah jalan lingkar yang bisa bisa kemana saja
melalui jalan itu. Sama halnya dengan jaringan sosial, bisa memperkenalkan
siapa pun kepada siapa saja.
b.
Diferensiasi Hubungan
Hubungan
pasarberdifat cenderung dan bukan pribadi dan hubungan ‘jaringan’ klasik
memiliki waktu ynag pangjang dan bersifat pribadi. Hubungan sosial melakukan
bagian yang pentiing dalam teori kelembagaan (North,1990 ; Wiliamson ,1085)
hubungan jaringan dibahas dari segi penyinpangan dari norma pasar daripada
sebagai subjek dari haknya sendiri.
A.
Pesaingan dan Kolusi Antara Wirausahawan
a.
Kompetisi
Dapat diartikan bahwa pasar adalah diaman pelanggan dapat memilih
anatara sumber alternatif penawaran. Wirausahawan memiliki monopoli temporer
ketika ketika menyiapkan suatu pasar yang baru.
b.
Kerahasian
Dalam bidang
kewirausahaan, rahasia adalah suatu elemen penting yang sangat dijaga. Dimana
kita tidak boleh asal berbicara, dan harus menjaga mulut dari siapapun,
termasuk orang terdekat sekalipun.
c.
Kolusi
Salah satu cara
menghilangkan keluhan dari konsumen adalah dengan cara menyamarkan kolusi
mereka. Sehingga mereka bisa berkomukasi secara rahasia dan bukan asal bica di
depan umum, dengan tujuan pelanggan tidak mengetahui apa ynag sedang terjadi.
A.
Munculnya Simpul Transportasi Pribadi
a.
Penumpukan Ekonomi
Penegcer yang
berbeda menyediakan berbagai macam produk supaya para konsumen bisa berbelanja
sesuai dengan keingan mereka, dan pengecer ini memberi kemudahan ekonomi kepada
konsumen. Seorang pengecer yang dikalahkan oleh inovasi bisa berakibat fatal
dimana, bisa saja dia pensiun ataupun dia pindah kelokasi ynag jauh dimana dia
bisa melakukan monopoli pada awal ynag baru dengan memproduksi produk yang
tradisional.
Inovasi dan
penumpukan ini saling berkaitan, namun inovasi hanya berlangsung jika dia dapat
menemukan sebuah pasar dan mudah ditemukan orang pula.
b.
Ragam Simpul Transportasi
Pertemuan dan
pasar utama dapat membentuk simpul informasi. Perjalanan ke simpul dapat
mempertahankan pembagian kerja dan membantu perubahan dalam simpul. Dengan
banyaknya peminat simpul maka perlu adanya akomodasi, katering dan fasilitas
hiburan.
Esensi dari simpul
transit adalah adanya jalur-jalur cabang yang dapat menghubungkannya mengerucut
ke titik yang sama. Titik tempat pindah pada sebuah simpul transit murni, tidak
ada pelayanan khusus untuk memikat pengunjung, namun dapat memikta pengunjung
untuk berhenti sejenak jika simpul ini dapat digunakan sebagai simpul transit.
Dalam jaringan
transportasi, simpul ini membutuhkan sebuah lokasi yang sesuai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar